Impoten?? Bukan Halangan Untuk Mesra

Kebahagiaan dalam rumah tangga memang tidak semata-mata ditentukan oleh hubungan seksual suami isteri.
Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa hubungan seksual merupakan salah satu bagian terpenting dan sering dikaitkan dengan tingkat keharmonisan suatu keluarga.
Impoten berarti ketidak mampuan seorang pria untuk ereksi atau mempertahankan ereksi. Hampir sebagian besar kaum pria pernah gagal mengalami ereksi dalam hidup mereka walaupun untuk sesaat, biasanya hal ini mereka alami karena kelelahan, stress, konsumsi alkohol. Dan hanya satu dari sepuluh pria yang mengalami impotensi permanen. Pada kasus umum (sekitar 70%) impotensi yang dipicu masalah fisik, sering mengakibatkan terganggunya ataupun bahkan merusak aliran darah. Namun jika seorang pria masih bisa ereksi setiap paginya dan melakukan masturbasi sampai klimaks, berarti impoten yang mereka alami lebih disebabkan masalah psikologis.

Jangan Menyimpan Masalah

Banyak pria yang menderita impoten karena gabungan antara masalah fisik dan psikologis. Sangat mudah sekali bagi para pria mengalami stress dan rasa tertekan, sehingga membuatnya menjadi semakin bertambah buruk.
Terlebih lagi, pria terkadang menyimpan masalah ini dan merasa malu untuk menceritakan masalah mereka dengan orang lain, sehingga masalah fisik kerap dibarengi dengan masalah psikologis.
Walaupun laki-laki mengalami impotensi -asalkan testis tetap berfungsi dengan sempurna- maka setiap kantong sperma yang penuh, tubuh memiliki mekanisme tersendiri untuk mengeluarkannya seperti melalui mimpi basah.
Penyebabnya bisa dikarenakan adanya gangguan fisik seperti adanya gangguan saraf, gangguan hormonal, trauma dan pemakaian obat-obatan tertentu, maupun gangguan psikologis, seperti perasaan terburu-buru, ketakutan, kecemasan.

Terjadinya Ereksi

Mekanisme terjadinya ereksi merupakan rangkaian fisiologis dan biokimiawi yang sangat kompleks yang melibatkan hormon dan saraf . Ereksi ini dimulai dari rangsangan erotik yang merupakan rangkaian yang berhubungan dengan libido.

Selanjutnya rangsangan erotik ini akan menyebabkan pelepasan zat didaerah dinding pembuluh darah penis, Zat tersebut akan merangsang enzim guanilat siklase sehingga akan meningkatkan kadar siklik guanisin monofosfat (cGMP) dan zat inilah yang dengan suatu rangkaian fisiologis tertentu akan menyebabkan ereksi.

Mekanisme ereksi sendiri terdiri dar beberapa fase yaitu fase permulaan dalam keadaan masih lemas (flasid), fase pengisian darah, fase tumesensi (pembesaran), lalu fase ereksi (tegak), dan sampai pada fase rigid (tegak dan keras).

Sesudah itu terjadi lagi fase detumensensi (pelemasan kembali). Begitu kompleksnya mekanisme yang menyebabkan ereksi ini, maka kelebihan atau kekurangan suatu zat ataupun fungsi suatu organ dapat menyebabkan impotensi.

Tersumbatnya Darah

Penyebab impotensi atau disfungsi ereksi terjadi karena tersumbatnya darah dari dan menuju zakar. Kejadian ini sama dengan mekanisme beberapa penyakit lain, misalnya stroke dan penyakit jantung koroner.

Pada awalnya faktor fisik yang dianggap bertanggung jawab bagi sebagian kecil kegagalan dalam bersenggama, di antaranya yang mencakup karena trauma oprasi yang menyebabkan sirkulasi darah buruk ke zakar, kerusakan sumsum tulang belakang (trauma medulla spinalis), pembengkakan prostat, rusaknya saraf akibat penyakit kelamin atau akibat pembengkakan saraf-saraf yang terjadi karena difteria.

Impotensi dapat juga terjadi akibat suami menderita penyakit TBC, malaria, dan kencing manis (diabetes mellitus). Kencing manis pada dasarnya merupakan penyakit gangguan metabolisme tubuh yaitu kegagalan mengurangi gula dalam darah.

Ketidaksempurnaan metabolisme tubuh memberikan peluang terjadinya komplikasi, seperti gangguan pada pembuluh darah (Vaskulopati), gangguan persyarafan (neuropati), dan gangguan pada sel otak (miopati).

Impotensi juga dapat diakibatkan oleh pendidikan dan pengertian seks yang negatif, misalnya seks merupakan perbuatan yang kotor dan berdosa. Banyak kasus telah membuktikan bahwa penderita impotensi yang disebabkan oleh faktor psikis ternyata hanya dapat ereksi jika berhubungan dengan wanita yang kedudukan sosial, ekonomi, atau konstruksi tubuhnya kurang kuat. Laki-laki seperti ini menjadi impoten jika berhubungan dengan istrinya. Akan tetapi, tidak demikian halnya jika dengan wanita lain, keadaan seperti ini tidak jarang mendo-rongnya untuk melakukan penyelewengan seksual dengan wanita lain.

Jenis-Jenis impoten, antara lain :

a. Impotensi primer, jika keluhan impotensi sudah ada sejak awal saat seseorang melakukan hubungan seksual (pada pengalaman pertamanya).

b. Impotensi sekunder, jika keluhan impotensi timbul pada seseorang yang sebelumnya tidak mengalami keluhan impotensi.

c. Impotensi absolut, bila keluhan impotensi timbul terus menerus tanpa memandang waktu tempat dan partnernya.

d. Impotensi selektif, jika keluhan impotensi timbul pada wanita tertentu baik itu istri atau pada wanita lain.

Penyebab Impotensi

a. Secara Fisik :

  • Penyempitan pembuluh darah
  • Diabetes
  • Kerusakan syaraf
  • Kerusakan di area pelvic karena trauma ataupun operasi
  • Efek samping dari pengobatan, seperti depresi, tekanan darah tinggi
  • Merokok
  • Konsumsi alcohol
  • Penggunaan narkoba misalnya saja Ganja dan Opium

b. Secara Psikologis

  • Stres dan cemas pria akan sulit ereksi. Kondisi stres dapat memicu produksi hormon (seperti adrenalin dan non adrenalin) yang dapat menghambat proses ereksi.
  • Rasa bersalah, kebanyakan pria yang memiliki rasa bersalah akan merasa terganggu pikirannya dan akan sulit untuk ereksi.
  • Depresi, merupakan bentuk lain dari pengaruh kejiwaan yang dapat menyebabkan terjadinya impotensi. Namun, beberapa obat anti depresan diduga justru menyebabkan pria menjadi sulit untuk ereksi, padahal orang yang sedang depresi berat sangat bergantung pada obat tersebut. Mungkin Alat bantu seksual (sex toys) mungkin dapat menjadi solusi untuk sementara.
  • Laki-laki yang mengalami impotensi bisa tetap mengeluarkan sperma selama testisnya masih bekerja dengan sempurna. Harus diketahui bahwa orgasme dengan diikuti ejakulasi dapat terjadi pada kondisi setengah ereksi atau ereksi yang tidak sempurna.

Pengobatan Pada Impotensi

  • Perubahan gaya hidup
  • Berkomunikasi dengan pasangan secara terbuka
  • Perubahan pengobatan
  • Perangkat Vacuum Pump
  • Terapi obat ? suntikan, intra-urethral pellets, dan tablet
  • Pengobatan alami – ginkgo biloba, ginseng.

Hanyawanita.com

Produk yang bisa mengatasi masalah pria dan seks.  : Liquid Chlorophyll, dan ProArgi9 Plus

About SynerBiz

NetPreuner On SynergyWorldwide

Posted on June 10, 2010, in Pria dan Masalahnya and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: